Ganjar Pranowo Susun Rencana Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Untuk Provinsi Jateng

- 15 Maret 2021, 19:24 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan pakaian adat Ponorogo.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan pakaian adat Ponorogo. /Foto: Portal Pemerintah Provinsi Jawa Tengah/

SEPUTARTANGSEL.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah menyusun rencana pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada bulan Juli mendatang meski di dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai.

Hal itu dikemukakan oleh Ganjar Pranowo dalam memimpin Rapat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Semarang pada Senin, 15 Maret 2021.

Terkait dengan rencana tersebut, Ganjar sudah membicarakan bersama Bupati dan Wali kota yang ada di Jawa Tengah (Jateng) agar masing-masing menyiapkan sekolah yang akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: Bersiap Hadapi Ancaman Kekuatan China dan Korea Utara , Kini AS Mantap Gandeng Jepang dan Korea Selatan

Baca Juga: KSP Moeldoko Ramai-ramai Didesak Mundur Pasca Ditunjuk Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Begini Kata Refly Harun

“Sekarang kita persiapkan dulu sehingga ketika nanti, katakan bulan Juli kita mau buka, setidaknya sudah belajar betul beberapa bulan ini bahwa sekolah sungguh-sungguh sudah siap,” tuturnya seperti dikutip Antara News pada Senin, 15 Maret 2021.

Ganjar meminta persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka harus disusun secara matang agar nanti tidak ada kendala.

Mulai dari pembatasan kelas, sistem transportasi hingga fasilitas yang harus disediakan untuk protokol kesehatan.

Baca Juga: Waduh, DPR Duga Ada Praktek Mafia Rumah Sakit Untuk Dapat Tambahan Dana BPJS Kesehatan

Baca Juga: Kemenag Telah Menyusun Skenario Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun Ini, Apa Saja?

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menyampaikan bahwa rencana pembelajaran tatap muka sedang dibuat ketentuannya seperti penentuan sekolah yang akan melaksanakan serta protokol kesehatannya.

Untuk prioritas vaksin terhadap guru, Yulianto memaparkan bahwa kententuan dari pusat agar vaksin difokuskan kepada pelayan publik di atas 50 tahun.

“Untuk vaksinasi guru, kalau itu memang menjadi syarat ya, kita akan siapkan, tapi untuk saat ini ketentuan dari pusat vaksin untuk 50 tahun ke atas,” ujarnya.

Baca Juga: Amien Rais Sebut Ada Wacana Jokowi 3 Periode Dibantah Tjahjo Kumolo, PKB Mendukung Amandemen UUD 45

Yulianto menganjurkan bagi sekolah yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, alat cek suhu, kewajiban memakai masker, pembatasan jumlah siswa di dalam kelas, hingga jaga jarak dan tidak ada cium tangan siswa kepada guru.

“Sebenarnya dengan protokol kesehatan dengan baik dan ketat itu mungkin bisa dilaksanakan. Tapi tetap harus hati-hati,” pungkasnya.***

Editor: Muhammad Hafid


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah