Ungkap Penyebab Matinya Bangsa Indonesia, Gatot Nurmantyo: Perpecahan dan Pemerintahan yang Tak Berkualitas

- 2 Juni 2022, 10:39 WIB
 Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap dua masalah yang dapat membuat bangsa Indonesia mati.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap dua masalah yang dapat membuat bangsa Indonesia mati. /Antara/Saptono

SEPUTARTANGSEL.COM - Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengingatkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Gatot Nurmantyo berpesan kepada seluruh anak bangsa untuk tidak abai terhadap segala permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia.

Menurut Gatot Nurmantyo, bila anak bangsa tidak memahami permasalahan bangsanya, maka akan sulit untuk mengatasinya.

Baca Juga: Dituding Jadi Dalang Demo 11 April 2022, Gatot Nurmantyo: dalam Alam Demokrasi, Dicurigai Itu Biasa

Hal itu diungkapkan oleh Gatot Nurmantyo dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun pada Kamis, 2 Juni 2022.

Sebagai anak bangsa kita harus paham permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Kalau kita tidak tahu permasalahan, maka kita tidak bisa mengatasinya," kata Gatot Nurmantyo.

Presidium Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) itu mengungkapkan permasalahan yang paling krusial dan dapat membuat matinya bangsa Indonesia ada dua.

Menurut Gatot, masalah yang pertama adalah perpecahan di internal anak bangsa dan yang kedua adalah pemerintahan yang tidak berkualitas.

Baca Juga: Gatot Nurmantyo Bongkar Kebobrokan Negara: Presiden Jalan Sendiri, MPR Diam, DPR Dilucuti Haknya

"Permasalahan yang paling krusial yang bisa membuat bangsa ini mati adalah dua, yaitu perpecahan di intern anak bangsa, yang kedua pemerintahan yang tidak berkualitas," ungkapnya.

Dia mengatakan permasalahan tersebut dapat membuat bangsa Indonesia tidak memiliki daya saing. Tak hanya itu, dia menyampaikan akan terjadi kembali hukum rimba.

Oleh karena itu, Gatot mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mencari-cari perbedaan, melainkan memperbanyak persamaan.

"Kita ini suatu bangsa yang majemuk, yang perbedaannya paling banyak di antara seluruh bangsa-bangsa di dunia. Jadi, jangan mengekspos perbedaan, tapi mari sama-sama kita mencari persamaan," ajaknya.

Baca Juga: Gatot Nurmantyo Minta TNI Tak Jadi Pelacur Politik: Jangan Melanggar Jati Dirimu, Sangat Berbahaya

Lebih lanjut, mantan Panglima TNI itu mengingatkan bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju bila rakyatnya baik dan mempunyai mental pejuang.

"Jadi ingat, bangsa ini untuk bisa maju modalnya adalah rakyat yang baik, rakyat yang mempunyai mental pejuang," pungkasnya.***

Editor: Asep Saripudin


Tags

Terkait

Terkini