Netizen Buat Narasi 'DP Nol Hasil Nol', Rektor Ibnu Khaldun Musni Umar: Tujuannya untuk Jelekan Anies

- 11 Maret 2021, 07:10 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan /Instagram.com/@aniesbaswedan

SEPUTARTANGSEL.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah oleh BUMD DKI di Cipayung, Jakarta Timur terkait program DP Rp0 Pemprov DKI Jakarta.

Terkait hal ini, netizen pun ramai-ramai mencuitkan 'DP Nol Hasil Nol' di media sosial Twitter.

Menurut Rektor Universitas Ibnu Khaldun Musni Umar, narasi tersebut dibangun dengan tujuan untuk menjelekan nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Segera Operasikan Bus Listrik Transjakarta, Akankah Tarifnya Berubah?

Baca Juga: Korupsi Pengadaan Lahan Rumah 0 Rupiah, Azas Tigor Nainggolan Tantang KPK Periksa Anies Baswedan, Berani Gak?

"Ada narasi konyol yg dibangun DP Nol Hasil Nol. Tujuannya utk jelekkkan Anies," kata Musni, dikutip SeputarTangsel.com dari akun Twitter @musniumar pada Kamis, 11 Maret 2021.

Lebih lanjut, Musni mengatakan bahwa narasi tersebut adalah bohong atau hoaks.

Dia pun menuturkan, program DP Rp0 telah menghasilkan bangunan yang sangat layak huni.

Baca Juga: Program Rumah DP 0 Rupiah Kesandung Korupsi, Ferdinand Hutahaean: Percayakah Kalian TSK Tidak Lapor Anies?

Baca Juga: Pakar LIPI Siti Zuhro: KLB Demokrat Agar PKS Sendirian Beroposisi

"Narasi tsb hoax. Ini buktinya DP Nol hasilnya bangunan yg mentereng dan sangat layak huni," ujarnya.

Sebelumnya, diketahui KPK telah menetapkan YC selaku Direktur Utama PSJ, AR, TA, dan PT AP sebagai tersangka.

Lembaga antirasuah itu juga sudah mengamankan berbagai dokumen terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah oleh BUMD DKI.

Baca Juga: Tolak Wacana Impor Beras Pemerintahan Jokowi, Said Didu: Stok Bulog Sekitar 1 Juta Ton, Gabah Petani Anjlok

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri pada Selasa, 9 Maret 2021 lalu.

"Dari beberapa lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini," ungkapnya.***

Editor: Harumbi Prastya Hidayahningrum


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah