Sudah Divaksin Kok Masih Kena Covid-19? Begini Penjelasannya

- 4 Januari 2021, 14:55 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer.
Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer. /The Washington Post

SEPUTARTANGSEL.COM - Vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke sejumlah negara dan diharapkan dapat mengakhiri pandemi Covid-19.

Namun, program vaksinasi terutama untuk tenaga kesehatan malah menjadi bumerang karena setelah disuntik vaksin beberapa nakes terkonfirmasi positif Covid-19.

Disebutkan seorang perawat asal San Diego, California, Amerika Serikat, menerima vaksin Covid-19 Pfizer pada 18 Desember 2020. Usai divaksin perawat itu mengaku hanya mengeluhkan nyeri pada lengannya.

Baca Juga: Ketua Umum PA 212 Diperiksa di Polda Metro Jaya Soal Unjuk Rasa 1812, Slamet Ma'arif: Sebagai Saksi

Baca Juga: Din Syamsuddin Menikah Lagi, Yuk Intip Konsep Pernikahannya yang Sederhana tapi Menawan

Enam hari setelahnya, ia mengalami kedinginan, nyeri otot dan kelelahan. Hasil tes cepat di rumah sakit mengkonfirmasi ia positif Covid-19. Kejadian ini pun menghebohkan warga Amerika Serikat yang tadinya sangat yakin dengan Pfizer malah berbalik meragukan kemanjuran vaksin tersebut.

Seorang dokter spesialis penyakit menular, Ramers, dari Pusat Kesehatan Keluarga San Diego, mengatakan usai menerima vaksin, pasien tidak segera mendapat perlindungan. Menurut dokter itu butuh waktu untuk mengembangkan imunitas pasca vaksinasi meski dengan vaksin mumpini sekalipun.

"Kami tahu dari uji klinis vaksin bahwa perlu waktu sekitar 10 hingga 14 hari bagi Anda untuk mulai mengembangkan perlindungan dari vaksin," katanya dikutip dari ABC News, Senin 4 Januari 2021.

Bahkan setelah 10 hingga 14 hari itu, pasien masih membutuhkan dosis vaksin kedua untuk perlindungan penuh.

Baca Juga: Trending di Twitter Hastag Bubarkan PDIP, Netizen: Markas Tempat Berkumpulnya Para Maling

Baca Juga: Ada Pemeriksaan di Polda, Habib Rizieq Tak Hadir di Sidang Praperadilan

"Dosis pertama kami pikir memberi Anda sekitar 50 persen (kekebalan), dan Anda membutuhkan dosis kedua itu untuk mencapai 95 persen," tambah Ramers.

Kemungkinan lain adalah, karena masa inkubasi Covid-19 bisa selama 14 hari, bisa saja perawat tersebut sudah terinfeksi sebelum menerima vaksin pada 18 Desember.

Kedua skenario di atas merupakan pengingat bahwa vaksin bukanlah obat mujarab. Sebaliknya, kata para ahli, membendung pandemi akan membutuhkan waktu dan kepatuhan terus-menerus pada praktik kesehatan masyarakat yang mendasar seperti menjaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan.***

Editor: Fandi Permana


Tags

Terkait

Terkini

x