DKI Jakarta Keluar dari Resesi, Kuartal II Pertumbuhan Ekonomi Tembus 10,91 Persen

7 Agustus 2021, 17:48 WIB
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati /Foto: beritajakarta.id/

SEPUTARTANGSEL.COM - Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta diklaim tembus tembus lebih dari 10 persen. Atas capaian tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan keluar dari resesi ekonomi.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tumbuh sebesar 10,91% secara year on year (YoY) di Q2-2021 ini.

Penyebab naiknya pertumbuhan ekonomi di antaranya adalah momen Idul Fitri 1442 Hijriah, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13, serta relaksasi perpajakan kendaraan bermotor (PPnBM) yang dilakukan sejak Maret 2021.

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 7,07 Persen Lepas dari Resesi, Andi Arief Ucapkan Selamat Kepada BPS

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, mengatakan pihaknya bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras berbagai pihak yang telah membantu Pemprov DKI Jakarta selamat dari jurang resesi.

“Selama empat kuartal ke belakang, pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta nilainya minus. Alhamdulillah, atas kerja keras kita bersama, pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta pada Q2-2021 nilainya positif dan tumbuh double digit secara YoY, yakni 10,91 persen,” ujarnya dikutip SeputarTangsel dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat 6 Agustus 2021.

Dijelaskan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Harga Berlaku DKI Jakarta pada Q2-2021 sebesar Rp721,5 triliun.

Baca Juga: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Yakin Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Tidak Bisa Dipalsukan

Pada PDRB menurut lapangan usaha, industri pengolahan penyumbang sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,54 persen. Kemudian, bidang perdagangan sebesar 2,01 persen, industri penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 1,59 persen, industri transportasi dan pergudangan sebesar 1,25 persen dan lain-lain sebesar 3,51 persen.

Sedangkan, pada PDRB menurut pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) menjadi penyumbang tertinggi untuk pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta, dengan kontribusi sebesar 5,14 persen. Sementara, pengeluaran konsumsi pemerintah berkontribusi sebesar 3,01 persen,

Baca Juga: RI Keluar dari Resesi, Pertumbuhan Ekonomi 7,07 Persen, Tope: Hanya Terjadi di Republik Prank

Pembentukan Modal Tetap Bruto berkontribusi sebesar 2,05 persen dan lainnya sebesar 0,71 persen.

“PKRT tumbuh cukup tinggi di kuartal kedua 2021 ini karena didorong fenomena jumlah pelanggan listrik untuk rumah tangga tumbuh positif, jumlah pengunjung rekreasi meningkat dan konsumsi internet rumah tangga untuk Pendidikan dan pekerjaan meningkat. Hal ini seiring dengan adanya kebijakan Bekerja Dari Rumah (WFH) dan Sekolah Dari Rumah (SFH),”pungkasnya. ***

Editor: Sugih Hartanto

Tags

Terkini

Terpopuler