Remaja Ini Hina Al-Qur'an dan Sebut Islam sebagai Agama Kebencian, Picu Perdebatan

11 Agustus 2021, 12:51 WIB
Seorang remaja diketahui hina Islam dan Al-Qur'an /Pixabay/cahiwak

SEPUTARTANGSEL.COM - Seorang remaja berusia 16 tahun asal Prancis, Mila berhasil memicu perdebatan setelah ia menyebut Islam sebagai agama kebencian dalam siaran langsung melalui akun Instagramnya.

Dalam siaran langsungnya itu, Mila mengatakan kepada 10.000 pengikutnya bahwa dia menentang Islam. Menurutnya, Islam adalah kebencian dan di dalam Al-Qur'an juga hanya berisi kebencian.

Setelah pernyataannya yang disebut-sebut telah menghina Islam itu, Mila menerima sekitar 100.000 pesan kebencian.

Baca Juga: Kewarganegaraan Uni Emirat Arab kepada 5000 Orang Israel Dikecam Jihad Islam

Dilansir dari Al Jazeera, kasus ini pun menarik perhatian nasional dan menguji Undang-Undang Cyberbullying baru di Prancis.

Akibatnya, 11 orang dihukum karena dianggap telah melecehkan Mila secara online.

Kasus ini akhirnya menimbulkan perdebatan nasional tentang kebebasan berbicara, termasuk terkait penistaan agama yang dilindungi oleh hukum di Prancis.

Baca Juga: Demonstrasi Anti Muslim Bergejolak di Negara Ini, Disebut Babi hingga Seruan Pembantaian Massal

Mila mengaku dia tidak menyesali perbuatannya. Menurutnya, dia hanya mengatakan apa yang dia pikirkan.

"Saya mengatakan apa yang saya pikirkan, saya sepenuhnya dalam hak saya. Saya tidak menyesalinya sama sekali," kata Mila kepada media Prancis.

Setelah perkataannya itu, dia sampai dikeluarkan dari sekolah karena menerima puluhan ribu pesan kebencian dan dianggap keamanannya dapat berisiko karena terus mendapat ancaman perkosaan hingga pembunuhan.

Baca Juga: Jihad Islam Menegaskan Senjata Palestina Buatan Dalam Negeri

Mila pun mengajukan gugatan atas ancaman pembunuhan melalui pengacaranya, Richard Malka.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, pihaknya tetap akan menjunjung tinggi undang-undang yang berlaku di negaranya, di mana warga Prancis memiliki hak untuk menghujat, mengkritik, dan membuat karikatur agama.***

 

Editor: Harumbi Prastya Hidayahningrum

Sumber: Al Jazeera

Tags

Terkini

Terpopuler