Polisi Sita Sajam Hingga Stik Golf dari Pemuda Pancasila

- 27 November 2021, 21:57 WIB
Massa Pemuda Pancasila (PP) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Jakarta, Kamis, 25 November 2021.
Massa Pemuda Pancasila (PP) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Jakarta, Kamis, 25 November 2021. /ANTARA/Handout/aa/

SEPUTARTANGSEL.COM - Aksi demo ormas Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR RI berujung ricuh pada Kamis, 25 November 2021 yang lalu.

Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali bahkan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum anggota Pemuda Pancasila.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan, menyusul insiden itu, pihak kepolisian menggeledah tujuh unit mobil anggota ormas Pemuda Pancasila dan menemukan sejumlah senjata tajam (sajam) hingga stik golf.

Baca Juga: Massa Pemuda Pancasila Keroyok Perwira Polisi Hingga Luka Serius, Netizen: Ormas Preman Berkedok Pancasilais

"Ada temuan senjata tajam, ada yang dari dalam mobil dan ada yang dari penggeledahan," tutur Argo dikutip SeputarTangsel.Com dari PMJ News pada Sabtu, 27 November 2021.

"Ada satu kendaraan kalau tidak salah membawa stik golf dan kemudian mobil ditahan di serse," lanjutnya.

Argo menambahkan, penggeledahan dilakukan setelah aksi demo itu selesai.

"Stik golf tersebut ditemukan saat kita razia kendaraan, jadi setelah bubaran kemarin kita periksa kendaraan satu persatu," ungkap Argo.

Baca Juga: Unjuk Rasa Anarkis, Menkumham Diminta Bubarkan Pemuda Pancasila, Disebut Hanya Meresahkan Rakyat

Pihaknya bahkan menyebut mobil yang diamankan tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan.

Sementara itu, AKBP Dermawan Karosekali yang menjadi korban pengeroyokan mengalami sejumlah luka di bagian kepala hingga beberapa bagian tubuh lainnya.

"Pengakuan pak Karosekali, kepalanya dipukul pakai besi hingga bocor," jelas Argo.

Baca Juga: Demo Buruh dan Mahasiswa Kritik Jokowi di Hari Sumpah Pemuda, Ruhut Sitompul: Barisan Sakit Hati

Atas aksi pengeroyokan tersebut, satu orang berinisial RC telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan pada Jumat kemarin mengatakan, tersangka tengah dalam pemeriksaan intensif dan kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka yang lain ya, karena dari rekaman yang kita miliki bahwa hasil di lapangan saat terjadi pemukulan anggota Polda Metro Jaya itu dilakukan tidak sendiri," kata Endra Zulpan.***

Editor: Sugih Hartanto


Tags

Terkait

Terkini