Eijkman Dibubarkan, Benny K Harman Akui Tak Heran: Ciri Utama Rezim Antikritik Ialah Mematikan Lembaga Riset

3 Januari 2022, 12:33 WIB
Politisi Partai Demokrat, Benny Harman kritik pembubaran lembaga Eijkman. /Foto: Dok. DPR RI/

SEPUTARTANGSEL.COM - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman resmi dibubarkan pada Sabtu, 1 Januari 2022.

Usai dibubarkan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman diambil alih oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bahkan, dikabarkan sekira 130 saintis dan para staf pendukung kehilangan pekerjaan dalam sehari karena pembubaran lembaga Eijkman.

Baca Juga: Komentari Pembubaran Lembaga Eijkman, Rizal Ramli: Kok Dibubarkan Politisi yang Modal Kuasa Doang?

Bubarnya lembaga Eijkman tersebut mendapatkan berbagai kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Politisi Partai Demokrat Benny K Harman.

Benny K Harman mengaku tidak heran dengan adanya kabar tentang pembubaran lembaga Eijkman tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Benny K Harman melalui cuitan di akun Twitter @BennyHarmanID pada Minggu, 2 Januari 2022.

Baca Juga: Tanggapi BRIN Bubarkan Eijkman, Dandhy Laksono Soroti Dewan Pengarah Ketua Partai yang Tidak Berganti-ganti

"Benarkah Lembaga Eijkman yg sangat besar kontribusinya utk dunia IPTEK Indonesia ditutup dan pekerja2nya di-PHK tanpa pesangon.? Saya sih tidak heran," tulis Benny K Harman.

Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrat yang juga Anggota DPR RI itu menjelaskan alasannya.

Menurutnya, ciri utama dari sebuah rezim yang antikritik adalah dengan mematikan lembaga-lembaga riset.

Baca Juga: Zubairi Djoerban Prihatin dan Cemaskan Kondisi Eijkman, Periset: Lanjut Studi S3 Bukan Keputusan Sekejap

Terlebih, lembaga-lembaga riset yang tidak mau dikendalikan atau kerap melawan rezim.

"Karena ciri utama dari rezim antikritik ialah mematikan lembaga2 riset yg tidak mau dikendalikan atau suka melawan rezim.#Liberte!" ujarnya.***

Editor: Asep Saripudin

Tags

Terkini

Terpopuler