Anies Baswedan Sindir Buzzer yang Menyerangnya: Barangkali Nanti Kita Akan Punya Museum Catatan

- 25 November 2021, 08:10 WIB
Anies Baswedan menyindir buzzer yang selama ini menyerangnya
Anies Baswedan menyindir buzzer yang selama ini menyerangnya /Instagram/@aniesbaswedan/
 
SEPUTARTANGSEL.COM Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyindir buzzer yang selama ini menyerangnya melalui media sosial.
 
Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan ketika menjadi bintang tamu dalam podcast milik Deddy Corbuzier pada Rabu, 24 November 2021.
 
Anies Baswedan mengatakan, buzzer di media sosial yang selama ini menyerang dirinya sebenarnya tidak memusuhi Gubernur DKI Jakarta tersebut, melainkan menyerang akal sehat orang.
 
 
"Buzzer-buzzer itu bukan memusuhi Anies, bukan menyerang Anies, menyerang akal sehat orang," kata Anies Baswedan, dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Kamis, 25 November 2021.
 
Anies Baswedan juga mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh buzzer tidak benar. Bahkan Anies memberikan contoh ketika buzzer menyerangnya ketika awal masa pandemi Covid-19 di Jakarta.
 
Anies yang melakukan pembatasan wilayah Jakarta atas saran epidemiolog malah diserang.
 
Menurut Anies, hal tersebut justru mengganggu keselamatan jutaan orang.
 
 
"Banyak hal yang disampaikan dan nggak bener, saya kasih contoh nih awal-awal covid, kita Jakarta mau di tutup, lagi mau dibatasin, diserang luar biasa 'buat apa pembatasan, buat apa?'," ungkapnya.
 
"Loh lah iya kata epidemiolog begitu, kan bahaya sekali, dia mengganggu, bukan mengganggu Anies, dia mengganggu keselamatan jutaan orang dengan suara yang dengungnya kuat," sambungnya.
 
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak akan menuruti apa yang disampaikan buzzer.
 
Anies menegaskan, akan melakukan apa yang seharusnya menjadi tugas, peran, dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI Jakarta tanpa mendengarkan buzzer.
 
 
"Dan kalau kita ngikutin itu semua bisa-bisa nggak ngerjain apa-apa, jadi udah aja sekarang kita kerjakan apa yang harus kita kerjakan, noise-noise itu biar tanggung jawab mereka tuh sama anak cucunya nanti," tegasnya.
 
Bahkan mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyindir para buzzer akan memiliki museum catatan para buzzer.
 
"Saya sih cuma khawatir begini, suatu saat nanti, pada saat semua catatan itu ada, barangkali nanti kita akan punya museum catatan buzzer," ujarnya.
 
 
Selain itu, Anies mengungkapkan tidak mau menggunakan buzzer karena hal tersebut sama saja dengan 'rising to the bottom'.
 
Bahkan dia menyarankan daripada menggunakan buzzer, lebih baik memberikan klarifikasi karena kabar yang salah harus diluruskan.
 
Orang nomor satu di DKI Jakarta itu mengatakan, jika menggunakan buzzer, sama dengan menurunkan kelas kita seperti buzzer.
 
"Nggak lah, bukan nggak ada selesainya, masa kita jadi sekelas sama buzzer, jangan dong, jangan, tunjukkan bahwa kita ini bekerja dengan akal sehat, kita bekerja dengan norma yang benar, kita pakai fakta," tuturnya.
 
"Jangan terlalu khawatir atas apa yang ditulis sama orang di sosmed hari ini, khawatir lah atas apa yang ditulis para sejarahwan di masa depan, mereka akan pakai data lengkap tuh," pungkasnya.***

Editor: Harumbi Prastya Hidayahningrum


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X