Wagub Cok Ace: Bali Siap Buka Pariwisata Juli Mendatang

- 24 Juni 2021, 10:34 WIB
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati  atau biasa disapa Cok Ace menyatakan Bali siap membuka pariwisata, Juli 2021.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau biasa disapa Cok Ace menyatakan Bali siap membuka pariwisata, Juli 2021. /Foto: Dok. Pemprov Bali/

SEPUTARTANGSEL.COM - Pandemi Covid-19 belum mereda, dan bahkan cenderung menunjukkan peningkatan, sehingga pemerintah memutuskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang diperketat. 

Kendati begitu, Pemerintah Provinsi Bali justru mengaku siap membuka pintu pariwisata internasional, mengacu pada indikator pendukungnya.

Beberapa persiapan pun kini telah dilakukan guna memilihkan perekonomian masyarakat Bali pasca dihantam pandemi Covid-19.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Bali Akan Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam keterangan resminya, Rabu 23 Juni 2021 mengatakan, saat ini kesiapan pemerintah serta kesehatan masyarakat dan  kesiapan fasilitas penunjang pariwisata sudah sangat baik.

"Apalagi bicara ketaatan masyarakat Bali pada Prokes sangat luar biasa,” ujar Wagub Bali dikutip SeputarTangsel.com dari laman resmi Pemprov Bali. 

Cok Ace menyatakan, dari sisi kesehatan, Bali menunjukkan progres kencang untuk program vaksinasi. Dari target 70 persen vaksinasi untuk 4 juta masyarakat, Bali sudah lebih dari 50 persen yang sudah menerima vaksin.

Baca Juga: Tak Ingin Bali Dijadikan Kambing Hitam Covid-19, Jerinx: Gimana Kalau Kita Boikot Seleb Masuk Bali?

Dari segi protokol kesehatan, sambung Cok Ace, masyarakat Bali di posisi no 1 secara nasional untuk disiplin pemakaian masker.

Cok Ace mengaku, program vaksinasi juga sudah menunjukkan dampak menjanjikan bagi Bali dimana dalam Beberapa bulan terakhir angka positif sudah di dua digit.

”Angka positif sedikit, yang meninggal sedikit. Kesiapan Bali juga ditunjukkan dengan 1.000 hotel dan fasilitas pariwisata sudah memiliki standar CHSE dan ke depan ditargetkan 1.000 lagi," tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Darurat Covid, LaporCovid Sebut Work from Bali Menyumbang Kenaikan Kasus

Sekadar diketahui, terdapat tiga  kawasan yang telah dirancang sebagai kawasan hijau. Antara lain, Ubud, Nusa Dua dan Sanur. Adapun polanya bagi wisatawan yaitu mulai datang , karantina dan dibolehkan ke kawasan hijau hingga kembali ke negaranya telah dipersiapkan oleh Pemprov Bali.

Menurut Cok Ace, Bali sejatinya sudah berencana membuka pariwisata sejak September tahun lalu. Namun, karena kondisi di lapangan, kembali dijadwalkan ulang untuk dibuka Juli mendatang.

Kami semua sangat berharap Juli ini ( dibuka, red). Meskipun belum seratus persen seperti dulu, Ada beberala pola yang bisa kita coba. Ada Travel bubble yang memungkinkan wisatawan antar negara atau antar provinsi. Ada pola Essensial traveler, Free covid corridor, Banyak yang bisa kita gunakan,” imbuhnya.

Baca Juga: Gelar Pesta Kesenian Bali ke-43, Presiden Jokowi Harapkan Bali Tunjukkan sebagai Destinasi Aman Pandemi Covid

”Andaikan memungkinkan, setidaknya Juli ini kami harapkan tidak ada penundaan. Jikapun nantinya akan buka tutup pun bisa dilakukan andaikata kasus masih dinamis.Namun beberapa bulan ini kondisi pengendalian pandemi sangat bagus dan saya yakinkan kesiapan kami di Bali,” harapnya.

Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi negara asal wisatawan, serta kesaman pandangan antara pemerintah pusat dan daerah yang tentu perlu pertimbangan dan menjadi buah pikiran bersama.***

Editor: Sugih Hartanto


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x