Bela UAS yang Dihujat Usai Ceramah Soal Makan Daging Babi Tak Selamanya Haram, Gus Nadir: Itu Benar

21 Juli 2021, 21:17 WIB
Gus Nadir bela pernyataan UAS soal makan daging babi tak selamanya haram. /Foto: Instagram @nadirsyahhosen_official @ustadzabdulsomad_official/

SEPUTARTANGSEL.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen atau akrab disapa Gus Nadir, menyoroti pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyatakan makan daging babi tak selamanya haram.

Pernyataan UAS tersebut menimbulkan pro dan kontra di media sosial.

Padahal dalam ceramahnya, UAS menyatakan boleh memakan daging babi asal dalam keadaan darurat, seperti terjebak di tengah hutan dan tidak ada makanan lain selain daging babi untuk bertahan hidup.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Gus Nadir: Komunikasi Kabinet Jokowi Ambyar

Menanggapi hujatan yang ditujukan pada UAS, Gus Nadir membela pernyataan UAS soal makan daging babi tak selamanya haram.

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Gus Nadir menegaskan yang disampaikan UAS itu benar.

"Yang disampaikan oleh al-Mukarram ad-Duktur UAS itu benar," tulis Gus Nadir, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @na_dirs, Selasa, 20 Juli 2021.

Baca Juga: Jokowi Melarang Vaksin Berbayar, Gus Nadir: yang Kemarin Ngeyel Dukung Vaksin Berbayar Harap Bubar

Cuitan Gus Nadir yang membela Ustadz Abdul Somad. Foto: Tangkapan layar @na_dirs

Gus Nadir menjelaskan bahwa memakan daging babi dalam kondisi darurat diperbolehkan dan sudah diatur dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 173.

"Itu diatur dalam Al-Qur'an (2:173). Dalam kondisi darurat, babi boleh dimakan," ungkap Gus Nadir.

Dia mengaku miris dengan sejumlah pihak yang menghujat UAS tanpa memahami terlebih dahulu isi ceramah yang disampaikan.

Apalagi, sejumlah pihak yang menghujat UAS itu juga hanya membaca judul berita, tanpa membaca isi dari berita yang dipublikasikan.

Baca Juga: MUI Usul Insentif Bagi Ulama, Gus Nadir: Mohon Pemerintah Fokus Pencairan Insentif Nakes, Itu Hutang Kita

"Tapi baca komentar2 di bawah ini miris sekali," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Nadir mengingatkan masyarakat, khususnya netizen, untuk bersikap bijak ketika mengomentari suatu pemberitaan yang muncul.

Dia menilai ketidaktahuan yang dibarengi dengan kebencian akan mematikan hati nurani dan pikiran yang sehat.

"Ketidaktahuan plus kebencian telah mematikan nurani dan menumpulkan akal sehat," katanya.***

Editor: Sugih Hartanto

Tags

Terkini

Terpopuler