Bank Sentral Rusia Naikkan Suku Bunga Utama Jadi 20 Persen, Imbas Sanksi Negara Barat

28 Februari 2022, 19:31 WIB
Bank Sentral Rusia Naikkan Suku Bunga Utama Jadi 20 Persen, Imbas Sanksi Negara Barat /Foto: Pixabay/ IGORN/

SEPUTARTANGSEL.COM - Mendapat tekanan berupa sanksi dari negara-negara Barat, akhirnya Rusia mengambil langkah darurat.

Kini bank sentral Rusia menaikkan suku bunga utamanya dari 9,5 persen menjadi 20 persen.

Hal tersebut dilakukan bank sentral Rusia sebagai langkah darurat akibat mata uang rubel yang jatuh ke level terendahnya sepanjang masa.

Baca Juga: Siap Bela Ukraina, Miss Ukraina Anastasiia Lenna Kenakan Atribut Militer: Hentikan Agresi Rusia!

Sejak Rusia memutuskan untuk menginvasi Ukraina, berbagai tekanan berupa sanksi diberikan oleh negara-negara Barat.

Hal tersebut tentu saja berimbas pada kondisi ekonomi di Rusia termasuk gerakan perusahaan-perusahaan yang kini menjual mata uang asing.

"Kondisi eksternal untuk ekonomi Rusia telah berubah secara drastis," ujar bank sentral dalam sebuah pernyataan, dikutip SeputarTangsel.Com dari Antara, Senin 28 Februari 2022.

Baca Juga: Buntut Invasi Ukraina, Jabatan Vladimir Putin sebagai Presiden Kehormatan Dicopot Federasi Judo Internasional

"Kenaikan suku bunga utama akan memastikan kenaikan suku bunga deposito ke tingkat yang diperlukan untuk mengimbangi peningkatan depresiasi dan risiko inflasi. Ini diperlukan untuk mendukung stabilitas keuangan dan harga serta melindungi tabungan warga dari depresiasi," katanya lagi.

Bahkan kementerian keuangan dan bank sentral Rusia bersama-sama memerintahkan perusahaan-perusahaan pengekspor untuk menjual 80 persen dari pendapatan mata uang asing mereka di pasar.

Seperti diketahui bahwa negara-negara barat telah sepakat memblokir beberapa bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT.

Baca Juga: Ekonomi Rusia Ditekan Barat, Vladimir Putin Siagakan Penangkal Nuklir

Bahkan aset dari bank-bank besar Rusia juga dibekukan oleh negara-negara Barat.

Langkah darurat yang diambil bank sentral Rusia menambah banyak tindakan untuk mendukung pasar domestik.

Kini Rusia berjuang mengelola dampak dari sanksi yang diberikan negara Barat sebagai balasan dari Invasinya ke Ukraina.***

Editor: Taufik Hidayat

Tags

Terkini

Terpopuler