2 Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah Beserta Keutamaannya

- 21 Februari 2024, 20:25 WIB
Ilustrasi doa.
Ilustrasi doa. /Pexels/RDNE Stock project/

PIKIRAN RAKYAT TANGSEL - Surat Al Waqiah merupakan salah satu Surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Mekkah. Surat ini terdiri dari 96 ayat, 370 huruf, dan 1756 kata. 

Kandungan paling utama dalam Surat Al Waqiah adalah menjelaskan apa yang kelak akan terjadi di Hari Kiamat. M Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah pun menjelaskan kandungan lain dalam surat ini yaitu kenikmatan bagi orang – orang yang bertakwa dan ganjaran kepada para pendusta di Hari Kiamat. 

Surat Al Waqiah termasuk salah satu surat dalam Al Qur’an yang sering dibaca kaum muslim, karena memiliki berbagai keutamaan. Membaca Surat Al Waqiah diyakini bisa mendatangkan rezeki, apalagi jika kemudian diiringi dengan memanjatkan doa tertentu. Doa tersebut bisa berisi permohonan agar diberi keistikamahan dalam membaca dan mengamalkan Al Quran hingga meminta dikabulkan segala hajat kepada Allah SWT. 

Pada dasarnya, seorang muslim setelah membaca surat dalam Al Qur’an sebaiknya memang menutupnya dengan memanjatkan doa, termasuk selepas membaca Surat Al Waqiah. Lantas, bagaimana bunyi doa setelah membaca Surat Al Waqiah? Ada dua doa yang bisa dipanjatkan setelah membaca Surat Al Waqiah, yaitu:

1. Doa Pertama diambil dari Abwabul Farj karangan As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki

Allohumma shun wujuhana bil yasar wala tuhinna bil iqtar fanastarziqa tholibi rizqika wa nasta ‘thifa syiroro kholqika wa nasytaghila bihamdi man a’thona wa nubtala bi zammi man mana’ana wa anta min wara-i zalika ahlul ‘atho-i wal man-‘i. 

Allohumma kama shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fa shunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wa karomika wa fadhlika ya arhamar rohimin (3x) wa shollallohu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. 

Artinya :

“Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan hinakan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezeki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk, dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal, Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi. 

Halaman:

Editor: Tim PRMN 06


Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah