Wajib PCR/Antigen untuk Perjalanan Darat Lebih dari 250 Km, Dokter Eva: Bisa Langka Nih Harga Cabai  

- 2 November 2021, 09:35 WIB
Dokter Eva Sri Diana Chaniago menanggapi keajiban PCR atau antigen pada pelaku perjalanan darat
Dokter Eva Sri Diana Chaniago menanggapi keajiban PCR atau antigen pada pelaku perjalanan darat /Foto: Instagram @sridianachaniago/

 

SEPUTARTANGSEL.COM – Kewajiban tes PCR untuk pesawat dihapuskan pada Minggu, 31 Oktober 2021. Namun, bersamaan dengan hal tersebut, diberlakukan pula kewajiban tes PCR atau Antigen kepada pelaku perjalanan darat dengan jarak tempuh minimal 250 km atau waktu tempuh lebih dari 4 jam.

Dokter Eva yang sebelumnya sudah menyatakan bersyukur karena Allah mengabulkan doa untuk penghapusan PCR kembali berkomentar. 

Menurut Dokter Eva, tes PCR atau Antigen untuk pelaku perjalanan jarak jauh akan menghambat distribusi pangan dari daerah ke kota-kota besar.

Baca Juga: Penumpang Pesawat Jawa-Bali Tak Wajib PCR, Muhadjir: Usulan Mendagri

“Kebayang nggak sih, para pedagang yang bawa sayur, buah, ikan, beras, dan lain-lain antar daerah. Repotnya mereka, harus ke labor tiap hari karena syarat ini? Padahal mereka dibutuhkan di kota-kota besar,” kata Dokter Eva sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @_Sridiana_3va, Selasa 2 November 2021.

Dokter Eva menilai, ada kemungkinan hal tersebut menyebabkan pedagang tidak mau membawa hasil pertanian ke kota seperti Jakarta.

“Bisa langka nih harga cabai, gegara ndak ada yang pasok ke Jakarta lagi,” ujarnya.

Cuitan Dokter Eva pun ditanggapi senada oleh netizen. Mereka menilai aturan sering berubah tanpa memikirkan rakyat.

Halaman:

Editor: Harumbi Prastya Hidayahningrum


Tags

Terkait

Terkini

x