Eks Sekretaris Umum FPI Sebut Tak Ada Cita-cita Khilafah di Dalam AD/ART Front Persaudaraan Islam

- 25 Januari 2021, 07:54 WIB
Wakil Sekretaris Umum FPI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar Membantah Soal 4 Orang Kabur ddalam Insiden yang Menewaskan 6 Orang / youtube.com/ DPR RI/ /youtube.com/ DPR RI

SEPUTARTANGSEL.COM - Sejak dibubarkan pemerintah pada 20 Desember 2020 oleh Kemenkumham, ormas Front Pembela Islam (FPI) praktis menjadi ormas terlarang di Indonesia.

Tak lama setelah dibubarkan, eks FPI kembali membentuk ormas baru bernama sama dengan kepanjangan Front Persaudaraan Islam. Simpatisan Habib Rizieq dkk mendeklarasikan Front Front Persaudaraan Islam dengan menggandeng petinggi-petinggi yang sudah lama aktif di ormas yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat.

Mantan Sekretaris Umum dan Tim Advokasi FPI Aziz Yanuar menyebut anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Front Persaudaraan Islam akan berbeda dengan FPI. Aziz memastikan hal itu sebab untuk membuat ormas baru harus memiliki AD/ART yang sesuai dengan UU ormas.

Baca Juga: Cek Fakta: Komnas HAM Dibubarkan

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Milan Tersungkur, Juve dan AS Roma Lengkapi Empat Besar Paruh Musim Serie-A 2020-2021

"Berbeda. Pastinya harus sesuai Undang-Undang soal ormas dan aturan dari Kemendagri," kata Aziz saat dihubungi perihal menjawab pertanyaan seputar Front Persaudaraan Islam, Minggu 25 Januari 2021.

Aziz menjelaskan, dalam AD/ART Front Persaudaraan Islam tidak ada lagi cita-cita Khilafah Islamiyyah atau embel-embel NKRI Bersyariah. mencantumkan terkait khilafah Islamiyah. Namun Aziz tak menjelaskan alasan mengapa FPI baru ini tidak lagi bercita-cita mewujudkan NKRI Bersyariah.

"Tidak ada khilafah Islamiyyah, karena ini Front Persaudaraan Islam yang berkonsep persaudaraan yang bercita-cita menyatukan semua golongan umat islam untuk mewujudkan persatuan islam yang kokoh," terangnya.

Dia hanya menerangkan bahwa dalam AD/ART Front Persaudaraan Islam berisi 3 hal. Salah satunya yakni mengenai dakwah, kemanusiaan, dan pendidikan.

Halaman:

Editor: Fandi Permana


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X