Ledakan Tewaskan 135 Orang, Pemerintah Lebanon Diduga Tahu Sejak Lama Bahan Peledak di Pelabuhan

- 6 Agustus 2020, 16:44 WIB
Ledakan super besar di pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa 4 Agustus petang waktu setempat (pukul 22.00 WIB). /Foto: Tangkapan layar Twitter @borzou

SEPUTARTANGSEL.COM - Pemerintah Lebanon ditengarai telah mengetahui 2.750 ton bahan peledak yang tersimpan sejak enam tahun yang lalu, menurut investigasi yang sedang dilakukan.

Hal ini langsung menyulut kemarahan warga Lebanon, yang menyuarakan hashtag #tutupmulut di Twitter.

Saat ini masih simpang siur mengenai siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini. Sejumlah pihak bahkan seolah tidak mau disalahkan.

Baca Juga: Modus Tanya Alamat, Dua Penjahat Jambret Kalung Emas Nenek

Kejadian Ledakan di Lebanon hari Selasa, 4 Agustus 2020 merenggut 135 nyawa dan 5.000 orang luka-luka.

Petugas penyelamatan masih mencari puluhan yang diduga masih tertimpa reruntuhan bangunan.

Sedangkan Michel Najjar, Menteri Pekerjaan Umum Lebanon kepada Al Jazeera mengatakan bahwa tidak ada menteri yang tahu jika ada bahan peledak disimpan di pelabuhan Beirut.

Baca Juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2020 dan Besok untuk Wilayah DKI Jakarta

Ia sendiri mengaku baru mengetahuinya 11 hari sebelum ledakan terjadi.

Halaman:

Editor: Sugih Hartanto


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X